Fakta Terbaru Survei: Perang Iran dan Kehancuran Trump

by -71 Views







Perang <a href="https://portaldetik.live/2026/08/08/serangan-kapal-minyak-uea-di-selat-hormuz-situasi-memanas/">Iran</a> Membuat Trump Tersungkur, Publik AS Menolak!

Perang Iran Membuat Trump Tersungkur, Publik AS Menolak!

Jakarta, CNBC Indonesia – Perang Iran yang diluncurkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada akhir Februari berpotensi berubah menjadi bencana politik. Sejumlah survei menunjukkan perang ini menjadi salah satu yang paling tidak populer dalam sejarah modern AS, bahkan lebih cepat ditolak dibandingkan perang Irak, Afghanistan, dan Vietnam.

Publik AS Menolak Perang Iran

Survei Washington Post-Ipsos yang dirilis pekan lalu menunjukkan 68% warga Amerika menilai perang Iran tidak layak diperjuangkan, sementara hanya 28% yang menyatakan sebaliknya. Hasil itu menciptakan selisih negatif 40 poin, lebih buruk dibandingkan titik terendah perang Irak maupun Afghanistan.

Kecepatan perubahan opini publik itu menjadi pukulan tersendiri bagi Trump. Pada perang Afghanistan, mayoritas warga AS baru menganggap konflik tidak layak diperjuangkan setelah hampir delapan tahun, sedangkan perang Irak membutuhkan waktu sekitar satu tahun hingga mayoritas publik berbalik arah. Bahkan diperlukan hampir empat tahun hingga dua pertiga warga Amerika menilai perang Irak tidak layak diteruskan.

Opini Publik yang Tidak Merestui Perang Iran

Sentimen negatif juga tercermin dalam survei Washington Post-ABC News pada akhir April. Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan sejak perang dimulai, 61% warga Amerika menyebut perang Iran sebagai sebuah kesalahan.

Penolakan terhadap perang Iran bahkan sudah terlihat sejak hari-hari pertama konflik. Analisis New York Times menunjukkan hanya 41% responden dalam survei CNN yang mendukung serangan terhadap Iran. Angka itu menjadi tingkat dukungan awal terendah yang pernah tercatat bagi dimulainya operasi militer internasional AS.

Meski menjadi salah satu perang paling tidak populer dalam sejarah modern AS, konflik Iran belum menjadi perhatian utama masyarakat. Berbeda dengan perang Vietnam yang pada 1967 dianggap sebagai persoalan terbesar negara oleh 55% warga AS atau perang Irak yang mencapai 36% pada 2007, sebagian besar survei menunjukkan perang Iran hanya dipandang sebagai isu prioritas oleh persentase satu digit warga Amerika.

Rendahnya perhatian publik itu antara lain karena perang Iran tidak melibatkan pengerahan besar pasukan darat AS maupun jumlah korban militer seperti konflik-konflik sebelumnya. Kondisi tersebut membuat tekanan politik agar Trump segera mengubah kebijakan relatif terbatas.

(luc/luc)


Source link