Perang Dekat Asia, Jalur Strategis Pasifik Terancam

by -85 Views

Lonjakan Aktivitas Kapal China Picu Kekhawatiran di Taiwan

Jakarta, CNBC Indonesia – Lonjakan aktivitas kapal pemerintah China di sekitar Taiwan pada bulan Juni 2026 telah memicu kekhawatiran serius di Taipei. Data dari Penjaga Pantai Taiwan mencatat adanya peningkatan drastis jumlah kapal pemerintah China yang beroperasi di sekitar pulau tersebut. Hal ini diyakini oleh Taipei sebagai upaya Beijing dalam menguji skenario pemutusan jalur pasokan strategis Taiwan dari sekutu-sekutunya di kawasan Pasifik.

Peningkatan Aktivitas dan Kekhawatiran Taiwan

Lonjakan aktivitas kapal China tersebut terjadi seiring dengan adanya 55 kapal pemerintah China, termasuk kapal penjaga pantai dan kapal riset, yang beroperasi di sekitar Taiwan pada bulan Juni. Angka ini meningkat secara signifikan dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun sebelumnya. Seorang pejabat senior Taiwan menyatakan bahwa jika situasi terus memanas, mereka memiliki rencana untuk bersama-sama dengan angkatan laut dalam melindungi jalur laut vital Taiwan.

Peningkatan aktivitas kapal China di sekitar Taiwan juga menimbulkan kekhawatiran karena angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 83% secara bulanan dan 120% secara tahunan. Otoritas Taiwan juga menegaskan bahwa jumlah tersebut belum termasuk aktivitas kapal China di sekitar pulau-pulau yang dikuasai Taiwan di dekat pesisir China.

Respon dan Tindakan Taiwan

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Taiwan telah melakukan latihan simulasi maupun langsung guna persiapan situasi yang mungkin terjadi. Mereka menilai bahwa peningkatan aktivitas kapal penjaga pantai China adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan tekanan terhadap Taipei. Beberapa kapal penjaga pantai China bahkan dinyatakan merupakan bekas kapal perusak angkatan laut yang telah dimodifikasi untuk tujuan tersebut.

Meskipun demikian, Taiwan tetap menjaga posisinya bahwa aktivitas China di sekitar Taiwan merupakan upaya ekspansi yang bertujuan untuk mengubah status quo di kawasan. Mereka juga telah mengirimkan siaran radio balasan kepada kapal dagang agar tetap berlayar normal dan mengabaikan instruksi dari pihak China yang dianggap tidak berdasar.

Source link