Turnamen Tenis Meja ASEAN Club Championship 2026 di Bandung
Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Bandung, menjadi saksi bisu berkumpulnya ratusan atlet tenis meja terbaik di Asia Tenggara. Sebanyak 115 atlet dari enam negara Asia saling beradu kemampuan dalam ajang bergengsi bertajuk 2nd STIGA Table Tennis ASEAN Club Championship 2026.
Kompetisi ini berlangsung pada 11-13 Juni 2026 dan diikuti oleh 14 tim tangguh pada kategori utama Mix Open. Negara-negara peserta antara lain Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Format Kompetisi
Kejuaraan ini menyajikan tensi tinggi dengan mengadopsi format pertandingan terbaru dari Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF). Sistem Golden Point diterapkan saat kedudukan imbang 10-10 untuk menentukan pemenang laga secara cepat dan dramatis.
Keterlibatan Klub Internasional dan Dukungan dari KOI
Beberapa klub internasional terkemuka seperti UST Philippines, Thonburi University dari Thailand, dan Xiaobaiqiu dari Singapura turut serta dalam kompetisi ini. Mereka bersaing ketat dengan tujuh klub lokal perwakilan Indonesia, seperti Arwana Jaya dan Sukun Kudus yang menjadi andalan tuan rumah.
Langkah mandiri klub-klub ini mendapat apresiasi positif dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI), yang menganggap pembinaan atlet dari tingkat klub sebagai fondasi utama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.
“Pada prinsipnya kami sangat mendukung. Dalam tatanan keolahragaan dan tata kelola olahraga, basis dari setiap cabang olahraga dalam gerakan Olimpiade itu adalah klub,” kata Wijaya M. Noeradi selaku Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Harapan KOI untuk Olahraga Nasional
Keterlibatan aktif dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara diharapkan mampu meningkatkan atmosfer kompetisi di Indonesia. KOI berharap turnamen antarklub berskala internasional seperti ini terus memperkuat tata kelola olahraga nasional ke depan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena merupakan kejuaraan antarklub, terlebih melibatkan negara-negara ASEAN,” ujar Wijaya M. Noeradi.
Turnamen ini juga menjadi panggung unjuk gigi bagi para bintang tenis meja Asia, termasuk peraih medali SEA Games. Kehadiran atlet andalan Thailand, Orawan Paranang, semakin mendongkrak kualitas dan gengsi pertandingan di atas meja hijau.
