Gombloh: Maestro Balada yang Tetap Dikenang
Surabaya – Gombloh adalah seorang maestro balada yang berasal dari Kota Surabaya. Musisi legendaris ini terkenal dengan kecerdasannya dalam mengolah lirik dan nada. Lagu-lagunya penuh dengan pesan positif yang menginspirasi banyak orang untuk mencintai negeri dan menjalani kehidupan. Meskipun telah tiada, Gombloh tetap dikenang sebagai sosok yang berpengaruh.
Anak Mendiang Gombloh Bercerita
Remi Wicaksono, anak dari Gombloh, menceritakan bahwa meskipun ia tidak sempat mengenal sosok ayahnya secara langsung karena Gombloh wafat pada tahun 1988 saat Remi masih berusia empat tahun, namun ia sering mendengar cerita tentang kebaikan dan kejeniusan ayahnya dari keluarga dan penggemar.
Almarhum Gombloh dikenal sebagai sebuah sosok penyayang, perhatian terhadap keluarga, sekaligus seorang seniman yang kreatif dan jenius. Setelah kepergian Gombloh, penggemar setianya merawat dan mengabadikan koleksi album, poster, dan foto-foto beliau.
Penghormatan Terhadap Gombloh
Pada peringatan hari kelahiran Gombloh, Komunitas Memories of Gombloh (Mogers) menyelenggarakan acara “Gombloh Bukan Hanya di Radio” di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan karya-karya dan nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Gombloh.
Remi, anak Gombloh, turut mengapresiasi acara ini dan ikut memamerkan foto-foto masa kecilnya bersama orangtua dalam pameran bernama “Sasana Shanti Antropologi”. Di antara koleksi foto tersebut terdapat momen bahagia di Kebun Binatang Surabaya yang menampilkan keluarga kecil Gombloh.
Berangkat dari kisah sang ayah, Remi berharap agar pemerintah memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar kepada para seniman, karena kontribusi mereka dalam membangun karakter bangsa tidak boleh disepelekan. Lagu-lagu karya Gombloh seperti Kebyar-kebyar dan Merah Putih memiliki kekuatan untuk membangun rasa cinta kepada Tanah Air.
Ketua panitia acara, Esthi Susanti Hudiono, menyatakan bahwa lagu-lagu Gombloh membawa pesan yang konsisten terkait dengan individu, bangsa, lingkungan, sosial, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Gombloh tetap menjadi sosok yang patut dikenang sebagai idola bagi banyak orang.
Sumber: Times Indonesia
