Wajib BBM B50 Mulai Berlaku Besok: Amran Ungkap Nasib CPO RI

by -88 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan implementasi perdana biodiesel B50 yang wajib akan dimulai pada Rabu (1/7/2026). Pasokan bahan baku minyak sawit mentah (CPO) dipastikan mencukupi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Implementasi Biodiesel B50 Dimulai, Pasokan CPO Cukup

Menteri Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa kebutuhan biodiesel B50 mencapai 46,5 juta kiloliter (KL). Pemerintah telah menyiapkan pasokan CPO sebesar 23,3 juta ton untuk diolah menjadi sekitar 20 juta ton biodiesel/FAME. Produksi ini akan ditopang oleh 26 pabrik biodiesel eksisting dan 17 pabrik baru, sehingga total produksi biodiesel B50 diproyeksikan mencapai 40 juta ton.

Ketersediaan CPO Meningkat

Menteri Amran juga menjelaskan bahwa ketersediaan CPO saat ini terus meningkat seiring dengan peningkatan ekspor. Ekspor CPO dari Indonesia naik dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton.

B50 Bukan Lagi Tahap Uji Coba

Amran memastikan bahwa program B50 bukan lagi tahap uji coba, melainkan kelanjutan dari program B40 yang telah berjalan dengan baik. Pasokan CPO telah mencukupi, dan program B50 akan segera diluncurkan.

Impor Solar Dihentikan

Amran mengatakan bahwa penerapan B50 menjadi tonggak penting bagi sektor energi nasional. Mulai 1 Juli 2026, Indonesia akan menghentikan impor solar sekitar 5 juta ton berkat pemanfaatan sawit sebagai bahan bakar energi. Hal ini dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga keseimbangan harga komoditas dunia.

Fleksibilitas Pemanfaatan CPO

Amran menekankan bahwa fleksibilitas dalam pemanfaatan CPO menjadi biodiesel atau untuk diekspor akan menjadi instrumen penting bagi Indonesia dalam mengendalikan harga komoditas dunia. Dengan adanya program B50 dan potensi program B70 atau B100 di masa depan, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam pasar energi global.

Source link