Energy Forum Bahas Strategi Mitigasi untuk Ketahanan Energi Nasional
Pada Energy Forum yang dihadirkan oleh CNBC Indonesia dengan tema “Mitigation Strategies for National Resilience in Response to Global Energy Shocks”, Menteri ESDM, Bahli Lahadalia menyoroti peran sektor energi dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas harga energi.
Bahli Lahadalia Bandingkan Geopolitik Global dengan “Malaria”
Menteri ESDM Bahli Lahadalia mengibaratkan perkembangan geopolitik global seperti penyakit “Malaria” yang naik turun dan berdampak pada ekonomi global. Indonesia masih memerlukan impor 1 juta barel minyak mentah per hari karena lifting migas yang terus menurun akibat kondisi sumur minyak yang sudah tua.
Untuk meningkatkan lifting migas, Bahli menekankan pentingnya penggunaan teknologi, percepatan eksplorasi sumur migas di Indonesia Timur dengan 118 potensial blok migas baru, serta reaktivasi sumur Idle.
Pemerintah Dorong Hilirisasi Sawit dan Pengembangan Biodiesel B50
Untuk mengurangi impor solar, pemerintah akan mendorong hilirisasi sawit melalui pengembangan Biodiesel B50 yang rencananya akan dimulai pada 1 Juli 2026. Konsumsi solar di Indonesia mencapai 39 juta Kiloliter per tahun.
Sementara untuk konsumsi Bensin yang mencapai 40 juta kilo liter per tahun, upaya menekan impor Bensin dari Singapura dan Malaysia diperlukan. Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik guna melindungi masyarakat miskin yang terdampak.
Bahli juga menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi yang menyasar orang kaya adalah hal yang wajar. Terkait dengan LPG, konsumsi mencapai 8,5 juta ton per tahun sedangkan produksi hanya 1,8 juta ton. Devisa keluar untuk impor LPG mencapai Rp 150 Triliun per tahun, sehingga pemerintah mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai solusi.
Bahli juga turut membahas persoalan PLN yang mengalami pemadaman listrik di beberapa wilayah akibat penggunaan batubara, yang menyebabkan perlunya pengamanan pasokan listrik untuk memastikan ketahanan energi nasional.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat disimak pada Energy Forum CNBC Indonesia yang diadakan pada Selasa, 24 Juni 2026.
