Penemuan Terkini: Isi Kontainer BYD-Wuling di Priok!

by -107 Views

Penumpukan Kontainer BYD, Wuling, dan VinFast di Tanjung Priok Menyusut

Jakarta, CNBC Indonesia – Bea Cukai Tanjung Priok buka suara soal jumlah kontainer dari produsen otomotif BYD, Wuling dan VinFast di Pelabuhan Tanjung Priok, di mana sebelumnya kontainer ini menjadi penyebab penumpukan hingga berimbas ke kepadatan.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Priok Niko Budhi Darma mengatakan per Kamis (18/6/2026), jumlah kontainer menumpuk di Tanjung Priok – termasuk BYD, Wuling, dan VinFast – sudah berkurang menjadi 1.500, dari sebelumnya sempat mencapai 10.000 kontainer.

Proses Penumpukan dan Penyebabnya

Niko menyatakan bahwa penumpukan kontainer terjadi karena kombinasi dari ketiga proses yakni pre-customs clearance, customs clearance, dan post-customs clearance. Jumlah kontainer yang menumpuk berada di proses post-customs clearance, di mana kontainer tersebut berisi spare part otomotif dalam bentuk setengah jadi (incomplete knocked down/IKD) yang akan dirakit di dalam negeri.

“Informasi terkait kontainer milik BYD-Wuling-Vinfast adalah berupa spare part dalam bentuk IKD yang akan dilakukan perakitan di dalam negeri,” jelas Niko.

Upaya Penanganan Penumpukan Kontainer

Bea Cukai telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi penumpukan kontainer, mulai dari penambahan personel, lokasi pemeriksaan, waktu pemeriksaan sampai malam hari, hingga koordinasi dengan stakeholder terkait. Selain itu, pemindahan area pemeriksaan ke tempat yang lebih strategis juga dilakukan untuk percepatan proses pemeriksaan dan mengurai kepadatan.

Selain itu, Bea Cukai juga memfasilitasi pertemuan business-to-business di antara entitas bisnis logistik dan stakeholder terkait untuk memastikan penanganan penumpukan kontainer berjalan lancar.

Demikian informasi terkait penanganan penumpukan kontainer BYD, Wuling, dan VinFast di Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah mulai tersusut. Aksi tegas dan langkah-langkah strategis Bea Cukai diharapkan dapat mengurangi gangguan kegiatan ekspor dan impor di pelabuhan tersebut.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link