Tak Ada MBG Saat Libur Sekolah: Negara Hemat Rp3 Triliun

by -102 Views

BGN Hemat Anggaran Rp3 Triliun dengan Penghentian Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat potensi penghematan anggaran lebih dari Rp3 triliun setelah menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah tahun ajaran 2026. Kebijakan ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode libur sekolah.

Penyesuaian Program selama Libur Sekolah

Langkah penghentian sementara distribusi MBG selama masa libur sekolah tanpa menerima insentif operasional menjadi upaya evaluasi dan penataan ulang pelaksanaan program MBG. Wakil Kepala BGN dan juru bicara BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa kebijakan ini diterbitkan untuk menyesuaikan operasional program selama masa liburan.

“Pada tanggal 17 Juni 2026, BGN menerbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2026,” kata Sari.

Penargetan Penerima Manfaat yang Lebih Tepat

Selain penghematan anggaran, BGN juga mulai menata ulang sasaran penerima manfaat MBG. Hingga 18 Juni 2026, sudah diidentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri. Sekolah-sekolah tersebut akan dievaluasi lebih lanjut untuk penyaluran bantuan yang lebih efektif dan efisien.

BGN akan memprioritaskan penyaluran MBG kepada kelompok rentan seperti masyarakat di wilayah tertinggal, ibu hamil, anak balita, dan yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi. Evaluasi sasaran penerima manfaat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator seperti tingkat kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi, dan akses terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.

Source link