Kontroversi Penalti dalam Pertandingan Swiss vs Qatar Piala Dunia 2026
Pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Qatar yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium berakhir dengan skor imbang 1-1. Namun, laga ini meninggalkan kontroversi besar terkait keputusan wasit terkait hadiah penalti untuk Swiss.
Masalah Posisi Offside
Pada menit ke-17, wasit memberikan penalti untuk Swiss setelah menilai Remo Freuler dijatuhkan oleh Mahmud Abunada di kotak terlarang. Namun, keputusan tersebut dipertanyakan karena dugaan posisi offside yang dialami oleh Freuler sebelum menerima bola.
Bahkan, dalam eksekusi penalti tersebut oleh Breel Embolo, juga muncul kecurigaan bahwa pemain Swiss ini berada dalam posisi offside. Meskipun begitu, wasit tetap memutuskan untuk memberikan penalti dengan alasan posisi keduanya masih di batas onside yang sangat tipis.
Reaksi Gary Neville dan FIFA
Reaksi keras datang dari mantan pemain Timnas Inggris, Gary Neville, yang mempertanyakan transparansi FIFA terkait keputusan penalti otomatis. Ia menyoroti ketidakmampuan panitia dalam menunjukkan tayangan ulang grafis 3D untuk memperjelas keputusan tersebut.
Gary Neville menyebut keputusan ini sebagai “kediktatoran” karena FIFA tidak transparan dalam menunjukkan bukti yang dimilikinya kepada penggemar. Kritik ini pun tersebar luas dan membuat FIFA akhirnya merilis pernyataan resmi empat jam setelah pertandingan berakhir.
Menurut FIFA, ketidakmampuan menampilkan grafis 3D sebelum penalti disebabkan oleh gangguan teknis yang terjadi sesaat. Meskipun demikian, hal ini tidak meredakan ketegangan yang terjadi akibat keputusan kontroversial tersebut.
