Kisah Calon ABK Garut Korban Penipuan Lowongan di Muara Angke

by -143 Views

Pemuda Garut Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja ABK Kapal Cumi di Muara Angke

Seorang pemuda asal Garut, Jawa Barat, berusia 24 tahun dengan inisial DS diduga menjadi korban penipuan terkait lowongan kerja anak buah kapal (ABK) untuk kapal cumi di Muara Angke, Jakarta Utara. Kejadian ini terjadi setelah DS melihat iklan pekerjaan di media sosial yang menggiurkan namun berujung pada penipuan.

Modus Penipuan dengan Tawaran Gaji dan Bonus Menarik

Menurut keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, DS tergiur dengan iklan lowongan kerja yang menawarkan gaji pokok sebesar Rp 1,2 juta serta bonus tambahan dari hasil tangkapan cumi dan ikan saat berlayar. Dalam iklan tersebut, tertulis bahwa pekerjaan yang ditawarkan adalah memancing cumi dengan bonus tambahan per kilogram tangkapan.

Gaji pokok yang ditawarkan adalah Rp 1,2 juta dengan bonus tambahan sebesar Rp 8.000 per kilogram cumi, Rp 5.000 per kilogram ikan campur, dan Rp 7.000 per kilogram tenggiri. DS pun tertarik dengan tawaran tersebut dan mengirimkan lamaran kerja sebagai ABK kapal cumi.

Kekecewaan Korban Saat Tiba di Lokasi Mess Pekerja

Setelah tiba di mess pekerja di Muara Angke, Jakarta Utara, DS bertemu dengan A, pengurus dari mess tempat calon ABK berkumpul. Namun, DS mulai merasa curiga ketika uang yang dijanjikan tidak sesuai dengan yang sebelumnya diinformasikan oleh pihak agen kapal.

DS merasa kecewa karena tidak ada transparansi mengenai uang kasbon yang harus dibayarkan di awal. Selain itu, ponsel milik DS juga disita oleh pihak mess. DS akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke layanan 110 dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok turut melakukan pengecekan terhadap kasus tersebut.

Kasus penipuan dengan modus lowongan kerja di media sosial ini masih terus diselidiki oleh Unit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk mengungkap aktor di balik praktik penipuan tersebut. Meskipun kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap tawaran pekerjaan yang terlalu menggiurkan tanpa disertai dengan transparansi yang jelas.

Source link