Ketika AS Tak Dapat Diperhitungkan: Memulihkan Kepercayaan yang Hancur

by -118 Views

Eropa Kehilangan Kepercayaan pada AS

Kepercayaan publik Eropa terhadap jaminan keamanan Amerika Serikat (AS) mencapai titik terendah dalam sejarah modern. Menurut survei European Council on Foreign Relations (ECFR), mayoritas warga Eropa tidak lagi yakin bahwa AS akan datang membantu jika negara mereka diserang.

Persepsi Eropa Terhadap AS

Survei dilakukan di 15 negara Eropa dan menemukan bahwa hanya 11% responden masih memandang AS sebagai sekutu. Jumlah ini turun tajam dari beberapa bulan sebelumnya yang mencapai 22%. Mayoritas warga Eropa sekarang memandang AS hanya sebagai “mitra yang diperlukan”, bahkan ada yang menyebut AS sebagai rival atau musuh.

Lebih jauh, kebanyakan responden tidak lagi yakin bahwa AS akan memenuhi komitmen pertahanan jika negara Eropa diserang. Hal ini mendorong keyakinan bahwa negara tetangga Eropa mungkin akan memberikan bantuan dalam situasi krisis tersebut.

Faktor Penyebab Perubahan Persepsi

Beberapa kebijakan Presiden AS Donald Trump dianggap menjadi faktor utama dalam perubahan persepsi publik Eropa terhadap AS. Kebijakan agresif di Timur Tengah, keraguan terhadap masa depan NATO, dan ancaman penarikan pasukan dari pangkalan militer di Eropa mempengaruhi pandangan warga Eropa.

Meskipun demikian, setelah masa kepemimpinan Trump, sebagian besar warga Eropa yakin bahwa hubungan transatlantik akan membaik. Ada pula dorongan untuk memperkuat pertahanan Eropa sendiri sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada AS.

Survei menunjukkan bahwa mayoritas warga Eropa mendukung peningkatan anggaran pertahanan secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada persenjataan AS.

Masa Depan Eropa

Meskipun kepercayaan terhadap AS menurun, warga Eropa belum siap meninggalkan NATO. Mayoritas masih melihat aliansi ini sebagai fondasi utama keamanan Eropa, namun mulai mempertanyakan reliabilitas AS.

Opini publik Eropa juga terbagi terkait impor energi dari Rusia dan keanggotaan Ukraina di Uni Eropa. Beberapa negara punya pandangan berbeda terkait isu-isu ini.

Source link