Diberi Relaksasi, Produksi Batu Bara Diprediksi Naik

by -131 Views

Menteri ESDM Bahlil Larang Relaksasi Produksi Batu Bara

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan bahwa produksi batu bara akan diberikan relaksasi, namun tetap terukur dan tidak melebihi target yang ditetapkan pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sekitar 600 juta ton.

Relaksasi Produksi Batu Bara Berdasarkan Kondisi Geopolitik

Bahlil menegaskan bahwa relaksasi produksi batu bara ini diputuskan karena pertimbangan kondisi geopolitik dunia yang berdampak pada kenaikan harga komoditas, termasuk batu bara. Hal ini sejalan dengan upaya untuk meraih harga yang baik dan mengoptimalkan devisa negara.

“Terkait dengan RKAB, termasuk batu bara kita perhatikan betul kecenderungan daripada geopolitik ketegangan Timur Tengah, fluktuasi global, maka idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat berkepentingan untuk harga bagus, produksi kita juga banyak supaya pengusaha untung, negara untung, rakyat dapat dampak positif,” paparnya.

Pemerintah Tidak Sebutkan Angka Pasti untuk Relaksasi Produksi

Meski demikian, Bahlil enggan menyebutkan angka pasti dari relaksasi produksi batu bara yang akan diberikan. Menurutnya, pemerintah akan memerhatikan tingkat permintaan dunia dan harga untuk pengambilan keputusan terkait produksi.

Pada tahun sebelumnya, produksi batu bara dalam RKAB 2026 sekitar 600 juta ton, yang mengalami penurunan 24% dibandingkan dengan realisasi produksi pada tahun sebelumnya.

Harga batu bara dunia juga telah mengalami lonjakan yang signifikan, mendekati level US$150 per ton, dipicu oleh kabar baik dari China. Hal ini menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan relaksasi produksi batu bara yang akan diberlakukan.

Source link