Purbaya Menjaga Kondisi APBN 2026 & Siap Buka-bukaan Esok!

by -56 Views

Purbaya: Defisit APBN Stabil, Tidak Jadi Pemicu Pelemahan Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini masih dalam keadaan aman. Ia membantah anggapan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi pemicu utama melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Laporan APBN KiTA dan Rasio Defisit

Purbaya dijadwalkan akan melaporkan APBN KiTA besok, Jumat (5/6/2026). Meskipun demikian, ia memastikan bahwa rasio defisit APBN tetap dalam batas yang aman. Menurutnya, setelah melihat data dari bulan Mei, terjadi sedikit kenaikan defisit dibandingkan bulan April, namun tetap terkendali.

Dalam pernyataannya di DPR, Purbaya menyebutkan bahwa jika menghitung rasio defisit secara kasar, hasilnya berkisar antara 1,8% hingga PDB. Hal ini menunjukkan bahwa situasi fiskal tetap terjaga dengan baik.

Tekanan Dolar terhadap Rupiah

Purbaya juga mengomentari tekanan yang terus menerus diberikan oleh kurs dolar terhadap Rupiah. Pada saat ini, nilai tukar Rupiah telah mencapai level psikologis baru di atas Rp 18.000 per dolar AS. Tekanan ini akan berdampak pada pembayaran utang pemerintah yang berdenominasi dalam mata uang dolar.

Meskipun demikian, Purbaya menegaskan bahwa kupon pembayaran utang serta bunga yang harus dibayarkan oleh pemerintah bersifat tetap (fixed rate). Hal ini membuat APBN tidak terlalu terbebani ketika terjadi fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Hingga 30 April 2026, pemerintah memiliki sejumlah surat utang dalam mata uang dolar dengan kupon tetap. Jumlah keseluruhannya mencapai US$ 57,01 miliar. Selain itu, terdapat pula surat utang syariah negara berdenominasi dolar AS sebesar US$ 24,32 miliar.

Source link