Film Horor Indonesia Pertama Berbasis Virtual: Bisikan Desa Gringsing Cannes 2026

by -65 Views

Industri film Indonesia telah memasuki era baru yang lebih modern dan kompetitif di pasar internasional. Film horor misteri Bisikan Desa Gringsing tidak hanya menawarkan cerita menegangkan, tetapi juga memperkenalkan teknologi virtual production yang biasanya terkait dengan produksi film Hollywood.

Film yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana menjadi film horor panjang pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi LED volumetric stage beresolusi tinggi. Dengan teknologi tersebut, latar belakang digital yang fotorealistik dapat langsung diciptakan selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Pendekatan modern ini memungkinkan detail yang lebih presisi dan atmosfer yang lebih nyata, mulai dari suasana desa berkabut, lorong gelap, hingga munculnya elemen supranatural. Virtual production tidak hanya menjadi alat teknis, tetapi juga membentuk bahasa visual baru dalam perfilman Asia Tenggara.

Kolaborasi Tiga Negara Angkat Standar Perfilman

Produksi film ini adalah contoh kolaborasi industri kreatif lintas negara. Mandela Pictures dan OMG Studios melakukan proses syuting di Iskandar Malaysia Studios (IMS). Dukungan pemerintah dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura melalui program insentif perfilman dan ekonomi kreatif juga turut memperkuat proyek ini.

Dengan kolaborasi regional ini, industri film Asia Tenggara semakin berpeluang bersaing di pasar global dengan pendekatan produksi yang lebih maju dan efisien.

Aghniny Haque Jadi Pusat Teror Misterius

Aktris Aghniny Haque memainkan tokoh utama bernama Hesti dalam film ini. Diceritakan bahwa Hesti mencari ayahnya yang hilang dan malah terperangkap dalam teror arwah di desa yang misterius. Film ini juga dibintangi oleh aktor senior seperti Surya Saputra, Kiki Narendra, Mian Tiara, dan Fatmah Nahdi.

Sebagai langkah serius dalam membawa film horor Indonesia ke pasar internasional, lima foto adegan perdana dari film ini diperkenalkan dalam Festival Film Cannes 2026.

Dibidik Tayang di Sejumlah Negara

Setelah penayangan di Indonesia pada 2026, Bisikan Desa Gringsing juga akan dipasarkan ke Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Hal ini menandakan bahwa film horor Indonesia mulai menarik minat global dengan kualitas produksi modern dan cerita yang kental dengan nuansa Asia Tenggara.

Sumber: Times Indonesia

Source link