Rencana RI Bangun Tangki Penyimpanan Minyak di KEK Sumatra: Manfaat dan Dampak

by -93 Views

Menteri ESDM Ungkap Rencana Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak di Sumatra

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah berencana membangun fasilitas storage atau penyimpanan cadangan minyak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sumatra. Hal tersebut disampaikan Bahlil menyusul pembahasan pembentukan pusat penyimpanan minyak atau storage hub di kawasan ASEAN.

Menurutnya, Indonesia saat ini sudah lebih dulu menyiapkan pembangunan fasilitas cadangan energi nasional tersebut. Meskipun rencana pembangunan storage minyak ASEAN masih dalam tahap awal, Indonesia telah mempersiapkan implementasinya, termasuk melalui penyusunan studi kelayakan atau feasibility study (FS).

Implementasi Rencana Fasilitas Cadangan Energi Nasional di Sumatra

“Ide-ide yang dilakukan oleh ASEAN itu adalah sebuah ide baik, tapi ide itu muncul di saat kita sudah siap untuk mengimplementasikan. Dan kita rencana akan bangun kawasan itu di Sumatra. Kita akan bikin Kawasan Ekonomi Khusus yang pada akhirnya kemudian itu menjadi cadangan penyangga nasional kita,” ujar Bahlil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, negara-negara di Asia Tenggara tengah merumuskan pembentukan pusat penyimpanan cadangan minyak atau storage hub untuk kawasan ASEAN. Dalam rencana tersebut, Indonesia mengusulkan agar fasilitas itu dibangun di tanah air.

Indonesia Sebagai Lokasi Pembangunan Pusat Penyimpanan Minyak ASEAN

Menurut Bahlil, rencana tersebut muncul dalam pembahasan di forum KTT ASEAN di Filipina sebagai bagian dari penguatan kerja sama energi regional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia ditawarkan sebagai lokasi pembangunan pusat penyimpanan minyak kawasan ASEAN.

“Kita akan membangun storage di mana saja, tapi kemarin saya tawarkan untuk di Indonesia. Kita membangun cadangan yang cukup besar yang pada akhirnya kemudian ini menyuplai ke negara-negara di Asia Tenggara,” ujarnya.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link