Menlu Singapura Bahas Selat Malaka di Depan Sugiono

by -82 Views

Menteri Luar Negeri Singapura Soroti Keamanan Selat Malaka di Depan Menlu RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan secara tiba-tiba menyinggung pentingnya Selat Malaka dan Selat Singapura dalam pertemuan dengan Menlu RI Sugiono di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026). Pernyataan tersebut dilontarkan di tengah ketegangan geopolitik global yang semakin meningkat akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur perdagangan dunia.

Vivian Balakrishnan menggarisbawahi keberhasilan Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam menjaga keamanan Selat Malaka dan Selat Singapura, menjadikan kawasan tersebut tetap terbuka bagi lalu lintas internasional. Hal ini disampaikan sebagai contoh positif bagi dunia internasional.

Peran Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam Menjaga Keamanan Kawasan

Menlu Singapura juga menyoroti kondisi global yang semakin tidak pasti akibat konflik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz yang berdampak langsung pada pasokan energi ke Asia Tenggara. Dampak dari konflik tersebut antara lain inflasi akibat kenaikan harga energi dan tantangan terhadap sistem internasional yang didasarkan pada aturan.

Selain itu, Vivian Balakrishnan juga memuji hubungan yang semakin intensif antara Indonesia dan Singapura, serta menegaskan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang erat di tengah situasi global yang tidak menentu saat ini.

Menlu Singapura bahkan mengungkapkan bahwa hampir setiap pekan ia berkomunikasi dengan Menlu RI Sugiono baik melalui pertemuan langsung maupun melalui pesan singkat WhatsApp dan telepon.

Keberhasilan Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam menjaga Selat Malaka dan Selat Singapura tidak hanya diakui secara regional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kawasan lain di dunia dalam membangun mekanisme kerja sama yang berbasis pada UNCLOS.

Komitmen untuk menjaga keamanan kawasan di Selat Malaka dan Selat Singapura menjadi landasan penting untuk memastikan kelancaran lalu lintas internasional serta stabilitas perdagangan dan energi dunia.

Source link