Sejarah Popcorn: Dari Suku Aztec ke Camilan Bioskop

by -76 Views

Mengungkap Perjalanan Panjang Popcorn Sebagai Camilan Wajib di Bioskop

Jika Anda pernah menonton film di bioskop, pasti tidak lengkap rasanya tanpa menikmati popcorn. Camilan khas ini telah menjadi teman setia para penonton, meskipun harganya tergolong mahal namun tetap diminati. Sensasi gurih dan manis dari popcorn mampu menciptakan kecanduan, bahkan sebelum film selesai, popcorn sudah habis.

Asal Mula Popcorn

Popcorn memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya hadir di bioskop. Berdasarkan catatan sejarah yang ditulis oleh Hernando Cortes, seorang pemimpin ekspedisi dari Spanyol pada abad ke-16, berondong jagung ini awalnya merupakan makanan khas suku Aztec. Tidak hanya sebagai makanan, suku Aztec juga menggunakan popcorn sebagai persembahan dalam berbagai upacara adat. Mereka bahkan menggunakannya sebagai hiasan di pakaian, kalung, dan rambut.

Pada abad ke-19 selama masa Great Depression, banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Di tengah kesulitan ekonomi tersebut, popcorn menjadi salah satu makanan yang banyak dikonsumsi karena harga bahan makanan lain cukup mahal.

Popcorn di Bioskop

Pada awal abad ke-20, popcorn semakin populer. Kemudian, pada tahun 1930-an, popcorn resmi menjadi camilan yang dijual di bioskop. Pilihan popcorn sebagai camilan di bioskop didasari oleh kepraktisannya dan teksturnya yang tidak bising saat dikunyah, sehingga tidak mengganggu pengalaman menonton penonton lainnya. Selain itu, popcorn juga menjadi simbol kesetaraan, di mana semua orang yang datang ke bioskop pasti membeli popcorn dengan harga yang terjangkau tanpa memandang status sosial.

Saat ini, secara psikologis, aroma dari popcorn telah terbukti mampu ‘mengundang’ orang untuk membelinya. Selain itu, menikmati popcorn saat menonton film juga tidak menimbulkan rasa bersalah karena camilan rendah kalori dan mengandung serat. Meskipun begitu, tetap perlu memperhatikan kadar garam dan gula dalam popcorn dengan berbagai rasa yang ditawarkan.

Source link