Perkembangan Terbaru Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz
Jakarta, CNBC Indonesia – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz memasuki babak baru yang sangat dinamis dan membingungkan dalam sepekan terakhir. Ketegangan yang semakin memanas ini dipicu oleh serangkaian aksi saling serang, operasi militer baru, hingga ancaman penghancuran total dari Presiden Donald Trump.
Isu dan Peristiwa yang Mempengaruhi Pasar Energi Global
Melansir laporan dari The Guardian pada Jumat (8/5/2026), situasi yang semula tenang dengan gencatan senjata tiba-tiba berubah menjadi meledak setelah AS meluncurkan “Project Freedom”. Proyek ini bertujuan untuk memecah kebuntuan di Selat Hormuz yang sebelumnya dikuasai oleh Iran, sementara AS membalas dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Menjelang Pertengahan Pekan
Pada awal bulan Mei, gencatan senjata masih berlangsung meskipun tenggat waktu kekuasaan perang hampir habis. Namun, AS terus menunjukkan sikap keras terhadap Iran. Media pemerintah Iran melaporkan usaha perdamaian yang tidak kunjung membuahkan hasil, sementara Pentagon mengumumkan rencana penarikan tentara dari Jerman.
Situasi di Selat Hormuz mulai memanas pada Sabtu (2/5/2026), ketika Trump melontarkan pernyataan kontroversial di hadapan publik. Ia menyinggung tindakan Angkatan Laut AS yang menghancurkan kapal Iran dengan nada provokatif.
Masuk ke Pertengahan Pekan
Pada Selasa (5/5/2026), Menteri Pertahanan AS menyatakan bahwa AS telah berhasil menguasai jalur di Selat Hormuz. Namun, Trump secara mengejutkan mengumumkan penghentian “Project Freedom” hanya dalam waktu sehari setelah diluncurkan, memberikan kesempatan bagi negosiasi perdamaian.
Rabu (6/5/2026) menjadi momen penting dengan kemungkinan kesepakatan damai, namun Trump mengancam akan meningkatkan serangan jika Iran tidak bersedia berunding. Seiring berlanjutnya pertikaian, harga minyak masih fluktuatif di pasar global.
Kelanjutan peristiwa di Selat Hormuz masih memicu ketidakpastian bagi pasar energi global. Situasi yang tegang ini terus mempengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas wilayah Timur Tengah.
