Wusi Tungkau Nansarunai: Kisah Jiwa Tak Runtuh di Tragedi Usak Jawa

by -58 Views




Wusi Tungkau Nansarunai: Mengenang Kembali Sejarah Bangsa Dayak Ma’anyan

PALANGKARAYA – Malam Jumat (1/5/2026), memoar kolektif bangsa Dayak Ma’anyan dihidupkan kembali melalui pementasan sendratari “Wusi Tungkau Nansarunai” di UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah.

Refleksi Kehancuran dan Kekuatan Bangkit

Pementasan sendratari ini bukan sekadar gerak tari, melainkan refleksi mendalam tentang kehancuran, kekuatan untuk bangkit, dan hawa nafsu. Cerita ini bermula dari kejayaan Kerajaan purba Suku Dayak Ma’anyan yang akhirnya runtuh setelah seribu tahun berdiri.

Kisah Kerajaan Nansarunai

Di bawah kepemimpinan Amah Jarang, Kerajaan Nansarunai hidup dalam harmoni. Namun, kedamaian terganggu oleh “Nansarunai Usak Jawa”, suatu peristiwa tragis yang mengakibatkan peradaban Nansarunai hancur berantakan.

Pesan Filosofis

Pementasan ini menyampaikan pesan kuat tentang pengendalian diri. Alfirdaus, produser pementasan, menekankan bahwa hawa nafsu yang tak terkendali menjadi pemicu utama kehancuran Nansarunai.

Ratusan penonton menyaksikan momen memilukan eksodus Suku Dayak Ma’anyan ke hutan Barito demi menyambung nyawa. Namun, pementasan ini juga memberikan pesan bahwa kehancuran bukanlah akhir dari segalanya.

Penjagaan Akar Budaya

Bagi masyarakat Dayak Ma’anyan, Nansarunai adalah identitas yang mengalir dalam darah. Pementasan ini menjadi pengingat bahwa menjaga akar budaya menjadi harga diri sebuah bangsa.

Generasi muda diharapkan mampu memahami sejarah secara bertanggung jawab dan menjadikannya sebagai benteng dari pengaruh negatif hawa nafsu. Jiwa Nansarunai tetap hidup dan mengalir dalam darah mereka.

Malam itu, panggung UPT Taman Budaya menjadi saksi bahwa luka masa lalu dapat menjadi kekuatan baru yang membangun semangat.


Source link