Bahlil Targetkan Mandatori Campuran Etanol 20% di 2028

by -63 Views

Mandatori Campuran Bioetanol 20% Dalam Bahan Bakar Minyak Mulai 2028

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan target penerapan mandatori pencampuran bioetanol sebesar 20% (E20) pada bahan bakar minyak (BBM) mulai tahun 2028 sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Pembelajaran Dari Suksesnya Program Biodiesel

Keberhasilan program biodiesel yang telah dijalankan pada sektor solar menjadi dasar evaluasi dan pembelajaran bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan E20. Hal ini sejalan dengan upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil menyampaikan bahwa setelah melakukan evaluasi, ia mempelajari keberhasilan negara-negara lain seperti Brasil yang telah menerapkan mandatori E30 bahkan E100 di beberapa negara bagian. Bioetanol sebagai bagian dari program E20 dapat diproduksi dari berbagai bahan baku lokal seperti jagung, tebu, dan singkong.

Langkah Pelengkap dengan Opsi Impor

Untuk memenuhi kebutuhan bioetanol dalam program E20 pada 2028, pemerintah akan membuka opsi impor sebagai langkah pelengkap. Meskipun demikian, impor hanya akan menjadi bagian dari solusi sementara sembari mendorong peningkatan produksi dalam negeri.

Menurut proyeksi Bahlil, penerapan mandatori E20 pada 2028 akan membutuhkan sekitar 8 juta kiloliter bioetanol. Saat ini, kebutuhan impor BBM mencapai 20 juta kiloliter, sehingga negara masih harus mengimpor sekitar 12 juta kiloliter sambil mengurangi ketergantungan.

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan mandatori E20 telah melalui berbagai tahap uji dan dinilai layak untuk diterapkan. Berbagai negara seperti India, Thailand, dan Amerika Serikat telah lebih dulu menjalankan program campuran etanol sebagai langkah menuju ketahanan energi nasional.

Dengan demikian, implementasi E20 diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam sektor pertanian dan daerah. Ekspansi program bioetanol ini juga diharapkan dapat mengurangi impor BBM serta meningkatkan kedaulatan energi nasional.

Source link