Rapatnya Hubungan Iran di Selat Hormuz: Tidak Takut Trump

by -70 Views

Iran kembali mengancam untuk membatasi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz selama blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlaku. Hal ini membuat proses mediasi yang dipimpin Pakistan semakin rumit dan memicu pertanyaan apakah gencatan senjata dua pekan tersebut akan diperpanjang. Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa tidak mungkin pihak lain bisa melintasi Selat Hormuz sementara Iran tidak bisa. Dia juga menyebut blokade AS sebagai keputusan naif yang lahir dari ketidaktahuan, namun Iran tetap berusaha menegosiasikan perdamaian meski ada ketidakpercayaan mendalam terhadap Washington. Meskipun Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz setelah gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Hizbullah berakhir, namun pernyataan Presiden AS Donald Trump membuat Iran memutuskan untuk tetap membatasi Selat Hormuz. Selain itu, mundurnya kapal-kapal di Teluk Persia setelah ditembaki membuat kondisi di Selat Hormuz kembali tegang, mengganggu lalu lintas maritim yang biasanya melibatkan 20% perdagangan minyak dunia. Di tengah situasi ini, Teheran menerima proposal baru dari Washington menjelang berakhirnya gencatan senjata, sementara mediator dari Pakistan berusaha mengupayakan negosiasi langsung antara AS dan Iran.

Source link