Polemik lama seputar kepulangan Lionel Messi ke Barcelona pada tahun 2023 kembali mencuat setelah mantan pelatih klub, Xavi Hernandez, menyalahkan Presiden Joan Laporta atas kegagalan transfer tersebut. Pernyataan kontroversial Xavi ini muncul menjelang pemilihan presiden Barcelona, memicu gelombang kontroversi di Camp Nou. Situasi ini mengingatkan kejadian pada tahun 2021 saat Messi meninggalkan klub setelah janji kontrak baru dari Laporta dibatalkan. Meskipun ada harapan Messi akan kembali setelah dua tahun di PSG, namun ia memilih untuk bergabung dengan Inter Miami CF.
Laporta sebelumnya berdalih bahwa kembalinya Messi terhambat oleh batasan gaji La Liga, namun Xavi membantah klaim tersebut. Menurut Xavi, Messi hampir menandatangani kontrak baru sebelum Laporta menarik diri. Komunikasi intensif dengan Messi dimulai sejak Januari 2023 dan berlanjut hingga Maret, dengan Xavi sudah menyiapkan semua rencana untuk kepulangan Messi. Meski La Liga memberikan restu untuk kepulangan Messi, Laporta menarik diri dari kesepakatan tersebut karena khawatir akan pengaruh Messi di klub.
Ketidaksepakatan antara Xavi dan Laporta mengenai kepulangan Messi menambah ketegangan di Barcelona dan menciptakan ketidakpastian terkait masa depan klub. Meskipun adanya penjelasan dari kedua belah pihak, polemik ini terus memanas dan memunculkan pertanyaan tentang transparansi dan manajemen klub yang efektif. Kesimpulannya, kegagalan kepulangan Messi memberikan pembelajaran berharga bagi Barcelona dalam mengelola kontrak dan pemain bintang di masa depan.
