Hacker Iran Bobol Email Direktur FBI, Rahasia Pribadi Terbongkar

by -69 Views

Grup hacker yang diyakini memiliki hubungan dengan Iran berhasil membobol email pribadi Direktur Departemen Intelijen AS (FBI), yakni Kash Patel. Mereka secara publik memajang foto-foto Patel beserta dokumen lainnya di internet pada Jumat. Kelompok hacker Handala Hack Team menyatakan Patel sebagai korban terbaru dari serangan cyber mereka. Mereka menampilkan sejumlah foto pribadi Patel saat sedang melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengendus dan merokok cerutu, mengemudi mobil convertible antik, serta ekspresi wajahnya saat berpose di cermin bersama botol besar minuman keras.
Berdasarkan informasi dari Reuters, FBI membenarkan bahwa email Patel telah menjadi target serangan. Dalam pernyataan resmi, juru bicara FBI, Ben Williamson, menyatakan bahwa langkah-langkah pencegahan telah diambil untuk mengurangi risiko terkait dengan aktivitas hacker tersebut. Mereka memberikan informasi bahwa data yang terserang bersifat historis dan tidak melibatkan data rahasia pemerintah. Pengamatan dari para peneliti Barat menilai bahwa Handala, yang mengklaim sebagai kelompok peretas pro-Palestina, adalah bagian dari unit intelijen siber Iran.
Kebocoran data ini tidak hanya berhenti pada email Patel saja, namun para hackers juga membeberkan lebih dari 300 email, yang sebagian besar merupakan korespondensi pribadi dan pekerjaan Patel dari tahun 2010 hingga 2019. Reuters belum dapat mengonfirmasi keaslian email Patel tersebut, namun alamat Gmail pribadi yang diyakini telah diretas oleh Handala cocok dengan data pelanggaran sebelumnya yang disimpan oleh perusahaan intelijen dark web District 4 Labs. Reaksi dari Alphabet selaku induk Google yang mengelola Gmail masih belum tersedia.
Kelompok hacker yang dikaitkan dengan Iran semakin mantap dalam aksinya setelah serangan gabungan AS dan Israel bulan lalu. Mereka juga mengklaim sukses meretas data pribadi karyawan Lockheed Martin di Timur Tengah. Lockheed Martin sendiri telah memberikan pernyataan terkait laporan tersebut dan menegaskan bahwa mereka telah menerapkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi bisnis mereka dari ancaman siber. Kegiatan peretasan yang menyasar email pribadi pejabat penting bukanlah hal baru, dan seringkali menyebabkan bocornya data sensitif. Contohnya adalah peretasan akun Gmail John Podesta, ketua kampanye Hillary Clinton, menjelang Pemilihan Presiden 2016 dan pembobolan akun AOL John Brennan, mantan direktur CIA.
Isu peretasan email Patel ini sejalan dengan penilaian intelijen AS mengenai kemungkinan serangan siber Iran sebagai respon terhadap pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ada kemungkinan bahwa peretas asing seperti yang dikaitkan dengan Iran dapat memiliki akses ke email pribadi yang lain. Kasus sebelumnya juga pernah terjadi ketika “Robert”, sebuah kelompok peretas, mengancam akan membocorkan data hasil retasannya dari kepala staf Gedung Putih Susie Wiles dan beberapa tokoh dekat Presiden AS Donald Trump. Hingga saat ini, klaim tersebut masih dalam proses verifikasi.

Source link