Pelepasan Cadangan Minyak Terbesar Dunia, Namun Harga Tetap Tinggi
Pengumuman pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah oleh Amerika Serikat dan sekutunya tidak berhasil meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan harga yang terjadi. Lebih dari 30 negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut setuju untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak ke pasar global guna menekan kenaikan harga energi. Meskipun AS memimpin upaya ini dengan lepas 172 juta barel, harga minyak mentah melonjak lebih dari 17% sejak pengumuman pelepasan, tidak menenangkan pasar.
Kenaikan harga minyak disebabkan oleh faktor geopolitik, seperti serangan terhadap kapal tanker, penutupan Selat Hormuz, dan kepemimpinan Iran yang baru. Analis memperkirakan bahwa krisis global yang terjadi mempengaruhi harga minyak. Beberapa negara produsen minyak, seperti Arab Saudi, Irak, dan lainnya, masih mengalami gangguan dalam ekspor minyak mereka.
Pelepasan cadangan minyak belum mencapai hasil yang diharapkan, mengingat stok yang terganggu oleh perang jauh lebih besar daripada stok yang dapat dilepaskan. Meskipun AS akan melepaskan 172 juta barel dalam periode 120 hari, dampaknya akan terbatas pada lintasan harga minyak. Sebuah langkah yang diambil IEA sebagai respons terhadap perang sebelumnya hanya memberikan waktu, namun tidak menyelesaikan krisis.
IEA tidak merinci kapan atau berapa volume pelepasan dari negara anggota lainnya, namun setiap negara anggota akan melakukan keputusan sesuai dengan keadaan mereka. Meskipun demikian, langkah-langkah yang diambil secara keseluruhan masih belum cukup untuk menurunkan harga minyak. Penyelesaian dari krisis ini masih menjadi perhatian utama bagi pasar energi global.
