Krisis Energi: Negara Potong Gaji Pejabat-Menteri-DPR

by -69 Views

Pakistan mengambil langkah-langkah darurat untuk menghadapi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang bisa mempengaruhi pasokan minyak dunia. Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan kebijakan penghematan yang ketat karena meningkatnya harga dan kekhawatiran akan kestabilan pasokan bahan bakar. Langkah ini diambil karena Pakistan sangat bergantung pada impor energi dari Teluk.

Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah Pakistan menutup sekolah sampai akhir bulan dan menerapkan sistem belajar jarak jauh untuk mahasiswa. WFH (Work From Home) pun diterapkan bagi para pekerja untuk mengurangi pengeluaran pemerintah sebesar 20%. Pembelian besar seperti furnitur dan pendingin udara juga dilarang.

Para pejabat PNS dengan penghasilan di atas 300.000 rupee Pakistan akan mengalami pemotongan gaji, sementara penggunaan kendaraan pemerintah akan dikurangi sebesar 60% dan tunjangan bahan bakar dipotong. Gaji Kabinet Federal ditangguhkan selama dua bulan dan anggota parlemen mengalami pengurangan gaji sebesar 25%.

Pakistan bergantung pada empat eksportir bahan bakar terbesar seperti UEA, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait, namun produksi mereka terganggu karena situasi perang melawan Iran. Perang di Iran juga membuat pasar komoditas global terguncang. Serangan Israel terhadap depot minyak di Iran meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Selain itu, Pakistan juga menghadapi masalah inflasi tinggi, utang yang meningkat, dan cadangan devisa yang rendah. Negara ini juga terlibat dalam konflik internal dan memiliki masalah hubungan dengan India dan Afghanistan. Langkah-langkah darurat yang diambil pemerintah Pakistan diharapkan dapat mengurangi dampak perang di kawasan tersebut.

Source link