Rincian Lengkap Deal Dagang RI-AS: Tarif dan Produk Halal

by -118 Views

Pemerintah Indonesia menjelaskan secara detail perjanjian perdagangan resiprokal dengan Amerika Serikat (AS). Alasan di balik penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal (ART) telah dijelaskan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Alasan utamanya adalah untuk menjaga daya saing produk ekspor Indonesia menyusul adanya peningkatan tarif AS kepada Indonesia. Penetapan tarif sebesar 32% pada awalnya mengancam sekitar 4-5 juta pekerja langsung di sektor industri padat karya yang terdampak. Melalui jalur diplomasi, Indonesia memilih untuk melakukan negosiasi dengan AS hingga akhirnya sama-sama meneken ART.

Penurunan Tarif Resiprokal dari 32% menjadi 19% pada 15 Juli 2025 menjadi bagian dari kesepakatan yang tercantum dalam Joint Statement on Framework ART. Perjanjian ART termasuk kesepakatan mengenai besaran tarif resiprokal dan pengecualian tarif untuk produk unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, karet, dan tekstil yang akan masuk pasar AS. Perjanjian ini memiliki ketentuan yang dapat dievaluasi dan diubah sewaktu-waktu dengan persetujuan tertulis dari kedua belah pihak.

Indonesia diharapkan akan mendapat berbagai manfaat dari perjanjian tersebut, seperti peningkatan daya saing produk ekspor unggulan seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan kakao. Sektor pertanian dan industri juga akan diuntungkan dengan pengecualian tarif yang diberlakukan melalui MFN. Kemudahan investasi, khususnya di sektor teknologi tinggi, juga akan didorong melalui penyesuaian kebijakan TKDN, spesifikasi domestik, dan deregulasi. Penerapan Strategic Trade Management akan memastikan keamanan bisnis dan perlindungan terhadap barang bernilai tinggi.

Selain itu, perjanjian ini juga mencakup ketentuan impor produk pertanian seperti beras, ayam, daging, dan jagung asal AS. Semua produk impor tersebut tetap tunduk pada persyaratan perizinan dan standar keamanan. Indonesia juga menekankan penerapan sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman. Kerja sama di bidang mineral kritis, alat kesehatan, dan platform digital juga disepakati untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Sejumlah kesepakatan komersial dalam hal pembelian produk energi, pesawat terbang, dan produk pertanian juga tertuang dalam perjanjian itu.

Source link