Produksi Batu Bara Dipangkas, Wamen ESDM Angkat Bicara

by -47 Views

Pemerintah Indonesia akan mengurangi target produksi batu bara pada tahun 2026 sebesar 24% menjadi sekitar 600 juta ton, turun dari realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, seperti realisasi produksi tahun sebelumnya, pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau DMO, dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang ada. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa produksi batu bara yang agresif dapat merusak persaingan bisnis dan menyebabkan penurunan harga di pasar global. Terkait dengan kewajiban DMO, persentase ketersediaan batu bara untuk pasar dalam negeri kemungkinan akan meningkat seiring dengan penurunan produksi secara nasional. Evaluasi RKAB perusahaan juga menjadi penting, dimana perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan, termasuk kewajiban lingkungan, harus menyelesaikan masalah tersebut sebelum RKAB mereka disetujui. Yuliot menekankan perlunya pemantauan lebih lanjut agar semua perusahaan patuh terhadap regulasi yang telah ditetapkan.

Source link