Berita kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (27/1/2026) termasuk kasus yang menarik untuk disimak. Polres Metro Jakarta Pusat akan menginvestigasi pengakuan pedagang es gabus Suderajat yang dianiaya karena dituduh menjual es yang diduga terbuat dari spon. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menegaskan pentingnya klarifikasi terhadap informasi yang disampaikan pedagang es gabus di media sosial.
Selain itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya juga berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika skala besar di Tangerang dengan mengamankan sabu seberat 27,168 kilogram dan 5.000 butir psikotropika Happy Five (H5). Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap dua tersangka laki-laki berinisial D (36) dan S (45).
Polisi juga berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis sabu, ekstasi, dan narkotika sintetis di wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan dengan menggunakan modus transaksi “cash on delivery” (COD). Kasus ini merupakan hasil pengembangan Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan setelah melakukan penyelidikan terhadap peredaran narkotika di kedua wilayah tersebut.
Selain kasus kriminal tersebut, Polres Metro Jakarta Selatan juga memberikan 30 pertanyaan kepada kreator konten YouTube Reza “Arap” Oktovian terkait kematian kekasihnya, Lula Lahfah. Di sisi lain, akademisi Rocky Gerung juga mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai ahli meringankan terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Rocky Gerung menjelaskan pentingnya proses mencurigai sebagai bagian dari penelitian dan memahami fungsi metode dalam meneliti suatu kasus.
