Rusia melancarkan serangan drone dan rudal berskala besar ke dua kota terbesar Ukraina, Kyiv dan Kharkiv, pada Sabtu pagi. Serangan ini terjadi bersamaan dengan hari kedua pembicaraan damai tripartit antara negosiator dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia yang berlangsung di Uni Emirat Arab. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyampaikan komentarnya terkait serangan Rusia terbaru terhadap infrastruktur penting di negaranya, menyebutnya sebagai malam teror Rusia yang lain. Meskipun upaya perdamaian, pertemuan trilateral di Uni Emirat Arab (UEA), dan jalur diplomasi sedang berlangsung, Ukraina merasa bahwa serangan Rusia ini sangat merugikan.
Putin memerintahkan serangan rudal besar-besaran terhadap Ukraina bersamaan dengan pertemuan delegasi di Abu Dhabi yang bertujuan mendorong proses perdamaian yang dipimpin Amerika. Serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengguncang proses negosiasi. Meskipun Putin berharap menjadi bagian dari upaya perdamaian, serangannya terhadap Ukraina berdampak negatif pada pembicaraan damai. Meski demikian, pembicaraan di Abu Dhabi terus berlanjut, meskipun serangan Rusia telah menyebabkan pemadaman energi yang meluas di Kyiv dan kota-kota lainnya.
Pemadaman panas, air, dan listrik diakibatkan oleh serangan Rusia, menimbulkan situasi darurat bagi sebagian besar wilayah. Insinyur di Kyiv mengalami kesulitan dalam menghubungkan kembali gedung-gedung apartemen ke sistem pemanas, dengan ribuan blok apartemen tanpa pemanas. Sejumlah orang dilaporkan tewas dan terluka akibat serangan tersebut. Diperkirakan sekitar 1,2 juta konsumen di Ukraina mengalami pemadaman listrik, dengan 800.000 di antaranya berada di Kyiv.
Serangan baru ini menunjukkan bahwa Rusia tetap menuntut kontrol atas wilayah Donbas timur, memunculkan keraguan atas niat mereka untuk berdamai. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menekankan pentingnya implementasi perjanjian pertahanan udara baru dengan Presiden AS, Donald Trump, di Davos minggu ini. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengungkapkan dampak buruk serangan terbaru terhadap infrastruktur kota. Pasukan Ukraina juga melaporkan serangan di berbagai distrik, termasuk fasilitas medis, sehingga meningkatkan kerugian akibat serangan tersebut. Meskipun Ukraina terus berupaya dalam menghadapi serangan, situasi tetap sulit dan mengkhawatirkan bagi warga sipil di Ukraina.
