Perlawanan Aktif: AS Rebut Wilayah, NATO Bersiap Bertindak

by -47 Views

Ketegangan diplomatik antara Denmark dan Amerika Serikat (AS) mencapai puncaknya di awal tahun 2026. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan bahwa negaranya akan melawan upaya pemerintahan Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland. Langkah ini dipicu setelah Presiden AS menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus untuk Greenland, menegaskan ambisi AS atas pulau tersebut demi kepentingan keamanan nasional. PM Frederiksen mengecam ancaman dan tekanan yang datang dari sekutu terdekatnya tanpa menyebut AS secara langsung, menegaskan bahwa mereka akan berdiri teguh pada prinsip yang benar.

Raja Frederik X juga menyoroti “masa-masa sulit” ini dalam pidato malam tahun barunya, memuji kekuatan rakyat Greenland dan peningkatan program pelatihan militer di Arktik sebagai respons terhadap ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut. Sebaliknya, Trump dan utusan khusus Greenland, Jeff Landry, menegaskan ambisi AS untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari AS, menyebabkan kemarahan di Kopenhagen dan menurunkan hubungan kedua negara ke titik terendah.

Situasi ini membawa hubungan kedua negara ke titik terendah, dengan Dinas intelijen Denmark mengidentifikasi AS sebagai potensi ancaman bagi keamanan nasional mereka. Laporan intelijen tersebut menunjukkan bahwa Washington sedang menggunakan kekuatan ekonomi dan potensi militer untuk memaksakan kehendaknya, termasuk terhadap sekutu mereka. Hal ini menunjukkan eskalasi ketegangan dan konflik antara Denmark dan Amerika Serikat yang semakin memuncak pada awal tahun 2026.

Source link