Aktor Bryan Domani menghadapi tantangan besar saat membintangi film “Para Perasuk” dengan memainkan alat musik tamtam dalam beberapa adegan kunci. Dalam konferensi pers di Jakarta, Bryan menjelaskan bahwa memainkan tamtam memerlukan tenaga, kontrol ritme, dan konsentrasi penuh. Tantangannya semakin besar karena dia harus mengikuti alur musik yang abstrak sambil menjaga base note sebagai fondasi tempo.
Menurut Bryan, memainkan tamtam menjadi bagian dari mimpi dan gerakannya yang cukup besar. Dengan empat tamtam di depan dan dua cymbals, dia harus memulai dari 60 BPM dan meningkatkan tempo seiring berjalannya adegan. Bahkan kebiasaan menjaga tempo terbawa ke aktivitas sehari-hari, menuntut latihan intensif bukan hanya pada teknik pukulan, tetapi juga untuk bersinkronisasi dengan dialog dan emosi adegan.
Proses pembelajaran tamtam menjadi lebih mudah berkat arahan sabar dari Mas Baga, pelatih musik produksi dan dukungan penuh dari tim departemen musik dan penyutradaraan. Film “Para Perasuk” mengisahkan desa fiksi yang memiliki tradisi kerasukan roh sebagai pesta komunal. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini juga menampilkan Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Chicco Kurniawan, dan Anggun C. Sasmi. “Para Perasuk” dijadwalkan tayang perdana di Sundance Film Festival 2026 sebelum dirilis di bioskop Indonesia.
