Industri tekstil Indonesia tengah menghadapi ancaman penutupan pabrik yang masif pada tahun 2025. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (APSyFI) menilai bahwa pemerintah gagal dalam mendeteksi dini masalah yang sedang dihadapi oleh sektor industri tekstil. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pengusaha tekstil di tanah air, yang mulai merasa geram terhadap kinerja pemerintah dalam menangani permasalahan ini. Menjelang tahun 2025, upaya penyelesaian yang lebih serius dan efektif dibutuhkan untuk mencegah penutupan pabrik tekstil yang berdampak luas pada industri nasional.
Pabrik Bertumbangan dan Pengusaha Tekstil Geram: Permintaan Dukungan Kementerian
