Mogok Nasional Eropa: Krisis Berkepanjangan

by -56 Views

Belgia bersiap menghadapi kelumpuhan layanan publik selama tiga hari setelah serikat pekerja utama menyerukan mogok nasional mulai Senin (24/11/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap rencana pemotongan anggaran dan reformasi ketenagakerjaan yang digagas Perdana Menteri Bart De Wever. Mogok ini diarahkan kepada pemerintah De Wever, yang dinilai serikat terlalu agresif dalam mendorong kebijakan penghematan. Nantinya, gelombang pertama dimulai Senin dengan gangguan besar pada transportasi kereta dan angkutan umum. Operator nasional SNCB hanya akan menjalankan dua dari tiga layanan, bahkan satu dari tiga di sejumlah jalur. Pada Selasa, aksi meluas ke layanan publik seperti sekolah, tempat penitipan anak, dan rumah sakit. Rabu menjadi puncak dengan mogok umum penuh yang melibatkan seluruh sektor, termasuk transportasi udara. Serikat sosialis FGTB sebelumnya menuduh De Wever menunjukkan “penghinaan” dan “tidak hormat” terhadap gerakan sosial. Sejak berkuasa Februari lalu, De Wever, yang merupakan politisi konservatif Flemish, mendorong reformasi besar-besaran terkait liberalisasi pasar tenaga kerja, tunjangan pengangguran, hingga pensiun. Namun, sebagian besar langkah itu tersendat akibat perbedaan sikap di dalam koalisi lima partai. Aksi serikat sebelumnya menunjukkan hasil beragam. Pada pertengahan Oktober, puluhan ribu demonstran turun ke jalan di Brussel memprotes apa yang mereka sebut sebagai pemotongan anggaran “brutal”. Mogok tiga hari ini menjadi tekanan terbaru dan terbesar yang ditujukan untuk menggoyang proses negosiasi koalisi pemerintah.

Source link