Krisis Listrik Melanda Negara Akibat Ketergantungan Impor Minyak

by -38 Views

Kuba kembali terjebak dalam krisis energi serius setelah pasokan minyak dari sekutu utamanya merosot tajam. Anjloknya impor membuat pemadaman listrik harian semakin parah, termasuk di ibu kota Havana yang menjadi pusat ekonomi negara itu. Data pengiriman menunjukkan impor minyak mentah dan bahan bakar Kuba sepanjang Januari-Oktober tahun ini turun 35% menjadi sekitar 45.400 barel per hari. Dari 69.400 barel per hari pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan drastis ini dipicu berkurangnya pasokan dari Meksiko dan Venezuela, dua negara yang selama ini menopang kebutuhan energi Kuba. Impor dari Meksiko turun 73% menjadi hanya 5.000 barel per hari, jauh dari 18.800 barel per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pasokan dari Venezuela turun hampir 15% menjadi 27.400 barel per hari. Penurunan terutama terjadi pada produk bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik, dengan dampak yang sangat terasa di lapangan. Serikat pekerja listrik negara melaporkan hampir 900 megawatt kapasitas pembangkit mati akibat minimnya bahan bakar dan pelumas. Situasi pemadaman listrik sangat buruk, dengan pemadaman tak terjadwal hingga sembilan jam per hari di Havana, dan warga di provinsi terpencil hanya menikmati listrik dua hingga empat jam. Penurunan pasokan disebabkan oleh keterbatasan produksi di Meksiko dan Venezuela, dengan produksi minyak Pemex turun hampir 9% dan ekspor minyak mentahnya anjlok 23%. Di Venezuela, kebijakan sanksi AS menyebabkan PDVSA harus lebih memprioritaskan pasokan ke kilang domestik, mengakibatkan penurunan ekspor ke Kuba. Minimnya kapal tanker juga menghambat arus pengiriman jangka panjang ke Kuba. Rusia, yang biasanya membantu dalam krisis sebelumnya, hanya mengirim beberapa kargo minyak Ural tahun ini, tidak cukup untuk menutup defisit pasokan.

Source link