Pada malam Minggu (16/11/2025), suasana konser musik underground di Kota Batu menjadi mencekam ketika seorang vokalis band hardcore, Irmanda Putra, menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok penonton di Plum Hotel Palereman. Sumber menyebutkan bahwa perselisihan terjadi saat Irmanda tampil di atas panggung, memicu keributan yang melibatkan lebih dari sepuluh penonton menyerangnya. Kapolsek Batu Kota, AKP Muhammad Subhan, mengungkapkan bahwa pengeroyokan tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, sedangkan rekannya, One Regi Febriansyah, juga mengalami luka saat mencoba menghentikan keributan. Irmanda kemudian dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bacok di pundak dan kepala. Motif dari pengeroyokan ini saat ini masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Batu. Irmanda pun berharap insiden kekerasan ini tidak terulang di masa depan, menjadikan musik underground sebagai ruang aman bagi para penikmatnya.
Band Hardcore Husttle, yang terbentuk pada tahun 2024 di Kota Malang, menjadi sorotan karena insiden ini. Band ini mengusung genre hardcore beatdown dan beranggotakan Irmanda di lead vokal, Rasyid di gitar utama, Regik pada gitar, Farel sebagai drummer, dan Leno sebagai basis. Salah satu lagu mereka, “Land of Crowds,” mencerminkan dinamika dan keramaian Kota Malang. Semua informasi tersebut dapat ditemukan melalui akun Instagram resmi mereka @husttle.hardcore.
