Ini Dia Tanaman RI yang Diburu Jepang dan Swiss!

by -46 Views

Tanaman lumut yang sering ditemukan tumbuh liar di sekitar parit ternyata memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Beberapa negara mulai memburu tanaman yang sering dianggap tidak memiliki nilai ini karena permintaan global untuk bahan alami dalam dekorasi dan hortikultura semakin meningkat. Meskipun demikian, ekspor lumut Indonesia tercatat mengalami penurunan, yang membuatnya luput dari perhatian publik.

Lumut yang diekspor Indonesia tergolong dalam HS 06049010, yaitu jenis lumut yang sudah dikeringkan, diwarnai, diputihkan, atau diawetkan untuk kebutuhan industri. Meskipun terlihat sederhana, lumut jenis ini memiliki nilai jual yang tinggi di pasar internasional, terutama digunakan dalam florikultura, desain interior, dan kerajinan tangan. Jepang menjadi pasar utama ekspor lumut Indonesia dengan pangsa nilai yang signifikan, diikuti oleh Spanyol, Inggris, dan Swedia.

Lumut secara alami tumbuh subur di musim penghujan, terutama di daerah yang beriklim lembap seperti hutan tropis Sumatra, Jawa bagian barat, dan Sulawesi. Lumut ini kerap dipanen dari alam dan diolah sebelum diekspor ke luar negeri. Meskipun jumlah ekspornya relatif kecil, lumut memiliki nilai ekonomi yang unik karena memadukan aspek ekologi dan seni, serta memiliki beragam manfaat seperti sebagai bahan kosmetik alami, media penelitian, dan biofilter udara.

Penurunan ekspor lumut Indonesia dalam setahun terakhir kemungkinan dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan perubahan pola hujan yang memengaruhi produksi. Selain itu, praktik panen langsung dari alam tanpa sistem tanam ulang juga menjadi faktor penurunan ekspor. Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan telah mulai menerapkan teknik kultur jaringan untuk menjaga pasokan tanpa merusak ekosistem. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok utama lumut tropis dengan syarat adanya sertifikasi hijau dan rantai pasok yang terverifikasi.

Source link