Direktorat Siber Polda Metro Jaya sedang melakukan investigasi terhadap laman atau website yang diakses oleh terduga pelaku atau anak berkonflik dengan hukum (ABH) untuk merakit bom yang meledak di SMAN 72 Jakarta. Pihak kepolisian masih dalam proses pendalaman terhadap situs yang diakses oleh ABH tersebut melalui proses forensik digital di laboratorium. Laptop yang digunakan oleh ABH dan ditemukan oleh penyidik kriminal umum telah diserahkan kepada Direktorat Siber untuk analisis lebih lanjut.
Direktorat Siber akan menyampaikan hasil penelitian mengenai situs web yang diakses oleh ABH dan langkah apa yang telah dilakukan bersama dengan apa yang dipelajari dari perangkat digital yang ada. Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan Komdigi, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, untuk pembatasan akses ke situs web yang terkait dengan kejadian ini.
Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa empat dari tujuh bom yang disiapkan oleh ABH telah meledak di sekitar masjid SMAN 72 Jakarta. Tiga bom lainnya masih aktif dan telah diamankan oleh Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya. Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menyebutkan bahwa dua tempat kejadian perkara (TKP) telah diidentifikasi sebagai titik peledakan, yaitu di masjid SMAN 72 dan di bank sampah serta Taman Baca.
Kejadian ini telah menarik perhatian publik, termasuk KPAI yang memberikan pendampingan kepada terduga pelaku. Selain itu, terinspirasi dari enam tokoh “kekerasan” turut menjadi perbincangan. Semua informasi ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta yang diadakan oleh pihak kepolisian.
