Pengembang EBT Mewujudkan Listrik 100% untuk Warga Indonesia

by -303 Views

Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034 disebut RUPTL terhijau oleh pemerintah Indonesia karena target penambahan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) mencapai 42,6 Gigawatt (GW), atau 61% dari total penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional sebesar 69,5 Gigawatt. Dalam RUPTL terbaru ini, pemerintah merencanakan penambahan kapasitas listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 17,1 GW, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 11,7 GW, serta sektor energi angin 7,2 GW, panas bumi 5,2 GW, bioenergi 0,9 GW, dan nuklir 0,5 GW.

Perusahaan EBT terkemuka asal Prancis, AKUO Energy Indonesia, yang berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Hydropower (PLTA), dan Biomassa mengapresiasi komitmen pemerintah Indonesia dalam RUPTL 2025-2034 untuk mengembangkan EBT di negara tersebut. Managing Director AKUO Energy Indonesia, Refi Kunaefi, menyatakan bahwa penambahan kapasitas EBT sebesar 42,6 GW selama 10 tahun menjadi peluang bagi stakeholder EBT untuk mencapai target elektrifikasi 100% pada tahun 2029. AKUO Energy, sebagai Independent Power Producer (IPP) dengan pengembangan proyek pembangkit listrik hijau secara global mencapai 2 GW, dengan 95% di antaranya berasal dari PLTS.

Menurut Refi, EBT saat ini sudah kompetitif dan mampu bersaing dengan pembangkit energi fosil, meskipun masih ada tantangan terkait keseriusan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem, termasuk pasar listrik EBT nasional. Hal ini menjadi topik penting dalam dialog antara Shinta Zahara dengan Managing Director AKUO Energy Indonesia, Refi Kunaefi dalam acara Squawk Box, CNBC Indonesia pada tanggal 23 September 2025.

Source link