Media Sosial Menggiring Opini Publik ke Arah Tertentu

by -432 Views

Transformasi ancaman terhadap negara kini tak lagi didominasi oleh kekerasan fisik atau perang tradisional, melainkan telah beralih ke arena digital yang jauh lebih tersembunyi. Di tengah kemajuan teknologi, bahaya yang dihadapi sebuah bangsa semakin kompleks, dengan serangan tidak lagi berbentuk invasi, namun manipulasi dan intervensi lewat dunia maya.

Perubahan ini menjadikan ruang siber sebagai wilayah yang sangat rawan. Melalui jejaring internet, penyebaran hoaks dan penggiringan opini dapat terjadi dalam skala besar, sehingga tanpa keterlibatan militer maupun senjata, stabilitas sosial maupun struktur politik nasional mudah terguncang.

Fenomena ini membuktikan bahwa ancaman digital bukan sekadar isu delusif yang hanya muncul di film-film, namun benar-benar riil dan berpotensi merusak sendi-sendi bernegara.

Salah satu pelajaran penting muncul dari pemilihan presiden Romania 2024, di mana dinamika kampanye mengalami perubahan drastis. Kandidat Calin Georgescu, yang sebelumnya minim sorotan, justru memperoleh lonjakan suara yang sangat signifikan akibat strategi digital yang masif dan terorganisir.

Pendorong utama kemenangan bukan lagi orasi di podium atau spanduk di ruang publik, melainkan serangan propaganda terstruktur lewat ribuan akun media sosial palsu yang bermunculan di TikTok, Facebook, Telegram, dan kanal berita asing seperti RT ataupun Sputnik, menyebarkan narasi nasionalisme, agama, serta sentimen anti-Barat ke penjuru negeri.

Namun, situasi ini ternyata jauh lebih rumit dari sekadar keterlibatan pihak asing. Investigasi menunjukkan bahwa sebagian besar kampanye dilakukan oleh aktor domestik dibantu jaringan global, termasuk agensi dan influencer luar negeri berbasis di London. Gabungan kekuatan lokal dan asing membentuk jaringan propaganda yang sulit dilacak dan dikendalikan.

Broto Wardoyo, akademisi Universitas Indonesia sekaligus Ketua Departemen Hubungan Internasional, menyoroti bahwa garis antara ancaman eksternal dan internal di dunia digital kini hampir tak terlihat.

Menurut Broto, serangan di dunia maya kerap melibatkan kolaborasi antara pihak luar dan individu dari dalam negeri sendiri, sehingga tantangan dalam mengidentifikasi sumber dan motif pun menjadi berlipat ganda. “Batas antara ancaman internal dan eksternal kini kabur,” ucapnya pada Selasa, 23 September 2025.

Broto juga menegaskan bahwa negara-negara demokratis seperti Indonesia sepatutnya mengambil pelajaran dari peristiwa di Romania. Manipulasi siber bisa mengubah dinamika politik tanpa perlu pengiriman pasukan ataupun invasi nyata, dengan mengikis legitimasi pemilu dan memperparah polarisasi.

Dengan kemampuan informasi yang terdistribusi secara sistematis, keberanian publik dalam menghadapi propaganda asing perlu terus diperkuat, mengingat kerentanan politik digital nasional Indonesia berada pada titik kritis. Indonesia, dengan populasi pengguna internet yang sangat besar dan demokrasi yang semakin terhubung dengan media sosial, tengah berhadapan dengan tantangan yang serupa.

Keterlibatan bot internet, influencer domestik, hingga iklan digital yang menyesatkan, makin menyulitkan masyarakat membedakan mana isu otentik dan mana yang telah terinfeksi agenda luar negeri. Polarisasi yang telah tumbuh di masyarakat akan menjadi semakin dalam ketika ada sinergi antara pelaku lokal dan aktor asing yang menunggangi dinamika politik.

Belajar dari pengalaman Romania, Indonesia tidak bisa memandang enteng potensi bahaya ini. Realitasnya, negara dengan tatanan demokrasi kuat pun tetap rentan terhadap intervensi digital. Artinya, Indonesia wajib bersikap waspada dan membangun pertahanan siber dari berbagai lini.

Upaya memperkuat literasi digital sangat diperlukan, bukan saja untuk membentengi masyarakat dari informasi yang menyesatkan, tetapi juga untuk mengurangi dampak disinformasi yang bisa menyebabkan instabilitas. Kesadaran kolektif dan pengawasan siber yang maksimal menjadi kunci utama memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah derasnya arus perubahan digital global.

Sumber: Ancaman Siber Global Dan Ketahanan Siber Indonesia: Belajar Dari Kasus Pemilu Romania
Sumber: Ancaman Siber Global: Pelajaran Dari Kasus Pemilu Romania Bagi Ketahanan Siber Indonesia