Seorang miliarder asal Texas, Amerika Serikat (AS), bernama Asher Watkins meninggal dunia setelah diseruduk kerbau liar saat berburu di Afrika Selatan. Insiden tragis ini terjadi di Provinsi Limpopo ketika Watkins sedang ikut safari berburu di konsesi Bambisana seluas 50.000 hektare. Bersama pemandu dan pelacak, Watkins sedang melacak kerbau Cape seberat 1,3 ton yang biasa disebut “Maut Hitam” ketika terjadi serangan mendadak. Menurut jurnalis Jamie Pyatt, kerbau tersebut menyerang dengan kecepatan tinggi hingga menyebabkan kematian Watkins.
Sebagai seorang pendukung konservasi satwa liar, Watkins merupakan anggota aktif Dallas Safari Club dan Ducks Unlimited. Dia memegang prinsip bahwa perburuan etis membantu dalam pelestarian satwa. Watkins juga dikenal sebagai pemilik perusahaan real estat yang fokus pada properti peternakan mewah, Watkins Ranch Group, dan pernah bermitra dengan jaringan Sotheby’s. Watkins meninggalkan seorang putri berusia 16 tahun, Savannah, dan mantan istrinya, Courtney.
Kematian Watkins menyulut kembali perdebatan tentang bahaya perburuan hewan besar di Afrika dan praktik perburuan trofi oleh warga asing kaya. Kerbau Tanjung adalah salah satu hewan paling mematikan di Afrika, menurut situs Kenya Wild Parks, dengan lebih dari 200 korban jiwa setiap tahun. Otoritas Afrika Selatan telah membuka penyelidikan terkait insiden ini, sementara Coenraad Vermaak Safaris (CVS) bekerja sama penuh dengan pihak berwenang dan mendukung keluarga Watkins selama proses berlangsung.
