PCO President Urges Indonesian Scientists to Boost Global Collaboration

by -162 Views

Presiden Prabowo Subianto Memperkuat Peran Ilmuwan Indonesia di Panggung Global

Pada tanggal 7 Agustus 2025, Deputi Penyebaran dan Urusan Media di Kantor Komunikasi Presiden (KPC), Noudy Valdryno, menekankan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memajukan peran ilmuwan Indonesia di panggung global.

Presiden Prabowo memvisualisasikan kerja sama yang lebih besar antara peneliti Indonesia dan ilmuwan internasional. “Kerja sama dengan ilmuwan global akan lebih menerangi jalur Indonesia menuju menjadi negara maju,” ujar Ryno di Jakarta pada hari Kamis (7 Agustus).

Ia menambahkan bahwa Presiden mendorong para ilmuwan untuk lebih hadir di ranah publik, menegaskan pentingnya strategis mereka dalam merealisasikan target ambisius pemerintahannya untuk pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan. Ilmuwan diharapkan memainkan peran sentral dalam mendorong industri nasional melalui pengembangan hilir, penguasaan teknologi, dan peningkatan modal manusia.

“Visi ini sesuai dengan Asta Cita, khususnya pilar keempat: penguatan pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” jelas Ryno.

Sebagai dukungan terhadap fokus kemajuan ilmiah ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Konvensi Ilmiah, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025 (KSTI), yang berlangsung dari 7 hingga 9 Agustus di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.

KPC memuji konvensi ini sebagai platform yang tepat waktu dan penting untuk menghimpun para sarjana ilmiah terbaik negara.

“Konvensi ini adalah inisiatif Presiden Prabowo untuk mengumpulkan peneliti dan akademisi terkemuka, terutama di bidang STEM – Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika – untuk bersatu dalam visi bersama dalam memajukan bangsa,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Brian Yuliarto, saat pembukaan KSTI 2025.

Dengan tema “Ilmu dan Teknologi untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Keadilan,” KSTI 2025 menjadi forum kolaboratif yang menghubungkan akademisi, industri, pemerintah, media, dan masyarakat sipil dalam upaya mempercepat transformasi Indonesia menjadi ekonomi industri bernilai tambah tinggi.

Acara ini telah menarik lebih dari 2.000 ilmuwan dari seluruh negeri. Menteri Brian menggambarkan KSTI sebagai sebuah platform strategis.

Source link