RI Membangun 5,2 GW Pembangkit Panas Bumi: Terobosan Energi Terbaru

by -178 Views

Indonesia memerlukan terobosan dalam pengembangan pembangkit listrik panas bumi, menurut Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Yurizki Rio. Dalam Economic Update Energy Edition, Yurizki Rio menyatakan bahwa pendekatan bisnis biasa akan sulit untuk mencapai target yang menantang ini. Pemerintah Indonesia menargetkan penambahan kapasitas panas bumi sebesar 5,2 GW dalam 10 tahun ke depan dan 1,5 GW dalam 5 tahun ke depan. Selain panas bumi, pembangkit energi terbarukan lainnya seperti tenaga surya, angin, hidro, dan bioenergi juga akan dikembangkan sebagai bagian dari RUPTL terbaru.

Pemerintah juga menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga tahun 2034, dengan sebagian besar berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi. Untuk mendukung distribusi dan keandalan sistem listrik, pembangunan infrastruktur kelistrikan seperti jaringan transmisi dan gardu induk juga diperkuat. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi berharap capaian lebih dari 1,5 Giga Watt dapat tercapai dalam 5 tahun ke depan.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Indonesia berharap dapat mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain dalam hal implementasi energi terbarukan. Pembangunan nuklir juga sedang diperkenalkan dengan rencana pembangunan dua unit reaktor kecil di Sumatera dan Kalimantan. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik yang memadai dan berkelanjutan di seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Papua.

Source link