Pemerintah Indonesia mendorong kehidupan yang lebih inklusif secara nasional untuk mencapai target sebagai negara maju dan berpendapatan per kapita tinggi pada tahun 2045. Dukungan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang adaptif terhadap perkembangan diperlukan untuk mencapai tujuan Indonesia Emas ini. PIK2 juga turut berkontribusi dalam membangun kawasannya dengan rencana pembangunan Taman Bhineka. Taman Bhineka diharapkan akan menjadi kawasan multikultural dan multireligi yang melestarikan kebudayaan Indonesia. Masjid Agung yang akan dibangun di kawasan ini, terinspirasi dari masjid terkenal di dunia seperti Blue Mosque dan Hagia Sophia di Turki, dengan tujuan menjadi simbol keberagaman.
Selain Masjid Agung, PIK2 juga akan membangun Gereja Katolik dan Cin Te Yen di kawasan Taman Bhineka. Keberadaan ketiga rumah ibadah ini memperlihatkan keberagaman dan multikulturalisme yang dianut oleh PIK2. Kawasan ini juga menyediakan aksesibilitas bagi masyarakat melalui jalur pejalan kaki dan transportasi umum yang mudah dijangkau. Dengan transportasi umum seperti Trans Jakarta dan shuttle bus yang disediakan, pengunjung dapat sampai ke kawasan Taman Bhineka dengan nyaman dan terjangkau.
Taman Bhineka sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) berbasis hijau yang dikenal dengan nama “Tropical Coastland”. Kawasan ini diharapkan menjadi destinasi pariwisata baru yang berbasis hijau untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan. Selain Taman Bhineka, PIK2 juga memiliki Pantai Pasir Putih sebagai destinasi wisata inklusif di pinggiran Jakarta. Menawarkan beragam fasilitas modern yang terjangkau dan ramah bagi semua kalangan, Pantai Pasir Putih menjadi alternatif destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
